Gambarnya sih gak ada hubungannya dengan dongengku. Tapi foto ini kuambil bulan Maret lalu saat salju turun. Kuambil dari sofa di ruang belakang dimana aku setiap hari sepanjang hampir dua bulan gletakan melulu karena sakit "beraaaatttt..... "yang penyebabnya gak keren itu, diare...
Kayaknya romantis ya, semua rumput dan pepohonan tertutup salju...
Dua hari ini aku sudah mulai klayaban jalan-jalan. Sudah lama gak keluar-keluar rasanya kok ya kangen juga. Sekalipun kadang kaki masih kayak nenek-nenek letoy, tapi lumayanlah. Berat badan juga sudah mulai naik sedikit. Yang jelas dehidratasi sudah teratasi, dan otot gak glambiran lagi.
Jalan-jalan di shopping center buat blanja-blanja, tentu saja ketemu orang sekampungku. Lho, setiap orang yang kenal dengan keluargaku, entah itu kenalan suamiku, kenalan sepupunya suamiku, kenalan mertuaku, maupun para orang tua anak-anak SD nya Entong dimana aku kerja volunteeran disana, selalu menyapa: "He... sudah sembuh ya?" "Gimana, akhirnya bisa ketemu juga penyakitnya?" "Akhirnya dapat obatnya?" "Obatnya kerja baik ya?"
Wah wah... kok banyak bener yang tahu nasibku ini. Padahal mereka kan gak baca-baca MP ku ini.
Wala.... dioreddel rupanya daku ini.... sakit mencret doangan beritanya sampai sekampung tahu semua, yakiisss....