 | Bu Jul, nek di Belanda, communication disorder masuk ke special ed jugakah? |
 | makasih atas link nya ya mbak jul :) |
 | Oh gitu tho...di situ sistem funding spec.ednya piye tho bu? kan ndak menganut sistem labeling bukan? Aku pikir-pikir US sekarang mangkin njlimet...soale liscensing sistem berubah melulu..relate to perubahan kategori labeling...(buat S-1, S-2). Jadi kasihan daku sama para murids..tak pada suruh ambil specialist liscense aja lebih aman hehehe...nek ora mumet..apalagi sekarang ada requirement standard baru untuk teaching liscense diterapin fall ini katanya..weeh... |
 | kan ndak menganut sistem labeling bukan?  Engga mbak, engga pakai sistem label, semua dimasukin zorg leerling namanya, special needs. Tapi ini kan spec needs kan sagambreng bentuknya jadi waktu masih TK kan diperiksa kiri kanan, mana yang bisa masuk special needs education dan mana yg ke reguler, itu ditentukan oleh sagambreng orang juga (dinas bimbingan sekolah, pusat diagnosa, dokter sekolah, konselor, guru, dan orang tua) rembugan deh tuh. Kalau masuk ke spec education langsung otomatis dapat yang namanya rugzak (subsidi pemerintah buat remedial teacher, terapi-terapi tetek bengek, peralatan dlsb) + PGB (ongkos jalan/bus/taksi ke sekolah). Nah berapa besarnya rugzak itu dirembug sama suatu tim rugzak. Jadi dijembreng deh tuh berapa kebutuhannya. Buat yang masuk sekolah reguler, kan gak banyak tuh biayanya, ini dibayar oleh asuransi kesehatan. Kebetulan anak gifted dah masuk sebagai zorg leerling dan sudah ada kerjasama antara mentri kesehatan & pendidikan, jadi kalau butuh apa-apa bisa diganti oleh asuransi. Pengalamanku dengan ongkos penggantian sih gak ada masalah. Cuma kalau mau minta PGB gak dikasih, apalagi rugzak. Soale kalau di spec ed semua dikerjakan di sekolahnya, kalau sekolah reguler gak, musti ke tempat terapinya. Lagian yg sekolah spec ed. tea untuk yang kasusnya psikiatris, sebelahnya ada rumah sakit bagian psikiatri. Cuma gak kayak rumah sakit, kayak hotel, ada kolam renangnya segala. |
Comment deleted at the request of the author.
 | Eh iya bu Adi, lupa. Zorgleerling itu dibagi kalau gak salah 4 kategori. Jadi anak itu masuk kategori mana gitu, yang menentukan ada timnya. Anakku masuk dua kategori giftednya, dan late talkernya. Tapi kalau minta dana bilang gifted, kagaaaakkkk dikasiiiihhh..... kalau bilang late talker baru deh dikasih. tapi sekarang gak late talker lagi, musti CBT, jadi masuk kategori lain lagi. Kata dinas kesehatan dapat dukungan dana pemerintah, digoleki gak nemu-emu, cuma dilempar kiri kanan ampe bosen... hehhee... rupanya CBT gifted gak prioritas, jadi gak dikasih kasih, dan sama asuransi juga gak dikasih, kali lebih bersifat preventif dan gak urgent. yo wis... |
 | mohon pendapatnya bu jul, anak ku laki-laki,8 tahun, divonis autism sejak umur 2,5 tahun; mengalami gangguan bahasa yg saya tidak tahu termasuk tipe yg mana,karena masalahnya bahasanya planet kalau kita ajak ngobrol (bahasa sensoriknya baik, namun bahasa motoriknya jelek); kira-kira masuk kategori kelainan bahasa yg mana ya bu jul ? Terima kasih sebelumnya |
 | mohon pendapatnya bu jul, anak ku laki-laki,8 tahun, divonis autism sejak umur 2,5 tahun; mengalami gangguan bahasa yg saya tidak tahu termasuk tipe yg mana,karena masalahnya bahasanya planet kalau kita ajak ngobrol (bahasa sensoriknya baik, namun bahasa motoriknya jelek); kira-kira masuk kategori kelainan bahasa yg mana ya bu jul ? Terima kasih sebelumnya  Dear Mas Rizki, Saya kok susah menjawabnya, sebab saya tak mengerti apa maksudnya bahasa sensoriknya bagus, tetapi mahasa motoriknya jelek....
Biasanya dalam autisme yang dibahas adalah bahasa reseptif & ekspresif. Kemampuan pragmatik (penggunaan bahasa) dan semantik (pemahaman bahasa). Keduanya sama saja maksudnya. Gangguan semantik pada autisme karena autisme deficit dalam kemampuan dimensi atau visuo-spatial yang berakibat gangguan kreativitas untuk otomatisasi analisa-sintesa informasi yang masuk ... karena itu disebut gangguan reseptif.
Otomatisasi bisa dipelajari, jadi jika untuk hal-hal yang sudah dipelajari, ia bisa, kelihatannya seperti mempunyai otomatisasi reseptif yang baik. Terutama jika memaorinya baik. Tetapi untuk hal hal baru biasanya sulit, harus diajarkan secara bertahap. |
| |