Gambar coret-coret ada, photo juga ada...


13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
rasti812 wrote on Nov 8, '07
ini kartun bu Jul yang bikin? hehehehe... Dr.nya buta bu Jul...koq pake kaca mata item dalam ruangan? =0P
raflirifqi wrote on Nov 8, '07
hehe jadi nostalgila nih :p
bundaulum wrote on Nov 8, '07
Maksudnya apa neh ya bu julia...maaf saya gak begitu mengerti kaitan antara judul ama pembicaraan kartun diatas
niwanda wrote on Nov 8, '07
Gawat juga kalau kebanyakan dokter kayak gitu... atau jangan-jangan memang banyak yang spekulasi gitu? Demi sesuap berlian?
jasminecooking wrote on Nov 8, '07
haiyaaa... dilematika masa kini... ^_^
yohanesdarrenlee wrote on Nov 9, '07
Bu jul ternyata jago gambar nih..
juliavantiel wrote on Nov 9, '07
Maksudnya apa neh ya bu julia...maaf saya gak begitu mengerti kaitan antara judul ama pembicaraan kartun diatas
Maksudnya gini Bu, kalau ada diagnosa pembandingnya seharusnya dibandingkan dahulu mana yang paling cocok dengan gejalanya. Sebab anak terlambat bicara dengan inteligensia rendah maupun tinggi (gifted), adalah diagnosa pembandingnya autisme. Artinya si dokter musti betul betul melihat ke dua diagnosa itu, baru diambilkan tatalaksana yang cocok dengan diagnosanya.

Kalau dialog itu kan, dokternya main spekulasi. Maka kalau spekulasi tatalaksana intervensinya juga spekulasi.... Seringkali spekulasi itu juga disengaja, katanya takut kecolongan kalau ternyata nanti autisme, jadi dikasih obat dan segala macam terapi saja dulu, dikasih gak dikasih dipikirnya kalau entar jadi anak gifted gak rugi ini.
Lha emangnya duit, dan harmfull terhadap anak apa gak merugikan, yang jelas kocek tukang jualan ya untung...

Ini sebetulnya sudah lagu lama, tapi hare gene masih aja ada yang kena...Biasanya yang masih baru-baru bisa kena, karena masih bingung, jadi percaya saja...
balzach wrote on Apr 3
Jadi gimana nih Bu Julia. Kebetulan anak saya waktu berumur 2 tahun didiagnosis autis, tidak tanggung2, dokter, psikolog, dan terapist mengatakan hal yang sama. Kemudian diberi treatmen, baik melalui obat dan belakangan juga saya berikan treatmen fisik. Belakangan gejala2 autis banyak yang tidak muncul lagi (masih ada yang muncul sebagian). Apakah ini hasil dari treatmen ataukah kesalahan diagnosis. Saya sih tidak terlalu mempermasalahkannya, yang terpenting adalah kemajuan2 yang terjadi, meski masih ada 1 hal yang merisaukan yaitu belum bisa bicara (dia berumur 3 tahun 3 bulan sekarang). Yang agak menggelikan memang ketika belakangan dokter kami heran dengan perkembangan anak saya itu dan berpikir2 kemungkinan lain apa yang diderita anak saya itu, misalnya Fragile X Syndrome.
gex3 wrote on May 18
he he he mbak kok aneh yaa
juliavantiel wrote on May 18
balzach said
Jadi gimana nih Bu Julia. Kebetulan anak saya waktu berumur 2 tahun didiagnosis autis, tidak tanggung2, dokter, psikolog, dan terapist mengatakan hal yang sama. Kemudian diberi treatmen, baik melalui obat dan belakangan juga saya berikan treatmen fisik. Belakangan gejala2 autis banyak yang tidak muncul lagi (masih ada yang muncul sebagian). Apakah ini hasil dari treatmen ataukah kesalahan diagnosis. Saya sih tidak terlalu mempermasalahkannya, yang terpenting adalah kemajuan2 yang terjadi, meski masih ada 1 hal yang merisaukan yaitu belum bisa bicara (dia berumur 3 tahun 3 bulan sekarang). Yang agak menggelikan memang ketika belakangan dokter kami heran dengan perkembangan anak saya itu dan berpikir2 kemungkinan lain apa yang diderita anak saya itu, misalnya Fragile X Syndrome.
dilihat aja perkembangan berbahasa reseptifnya, kalau reseptifnya baik, gak mungkin akan jadi autisme apapun itu mau fragil X sekalipun. Lagipula autisme maupoun fragil X gak kreatif lah...
akuhanif wrote on May 20
bu, jadi gimana kita minta dua diagnosanya? maksudnya: satu gejala kan bisa berarti sekian kemungkinan. nah gimana kita minta si dokter bersdia menjelaskan kemungkinan2 tersebut?
juliavantiel wrote on May 20
bu, jadi gimana kita minta dua diagnosanya? maksudnya: satu gejala kan bisa berarti sekian kemungkinan. nah gimana kita minta si dokter bersdia menjelaskan kemungkinan2 tersebut?
kalau menurutku lebih baik ke bagian THT RS Gatot Subroto cari dokter Siti Faiza, beliau ahli THT otologi dan mempunyai minatan pada anak late talker khusus CAPD (centrum auditory processing disorder). Lalu ke Dr Waldi Nurhamzah (SPA) atau ke Dr Tri Ruspananji di bg anak Sumber waras atau RS Agung. Kalau sudah ke Bu Endang Widyorini di Unika Sugiyapranata Semarang.
Model di Indo gak dites-tes sih soale alat tesnya gak ada, jadi pada main "rasa-rasa" nya aja.... jadi ya susah deh.... wong main spekulasi tebak tebakan....
Kalau di milis AB pada belajar saja lah semua dipelajari aja sendiri...
juliavantiel wrote on May 20
bu, jadi gimana kita minta dua diagnosanya? maksudnya: satu gejala kan bisa berarti sekian kemungkinan. nah gimana kita minta si dokter bersdia menjelaskan kemungkinan2 tersebut?
oh ya ngomong2 Fragyl X itu mental retarded ya, inteligensia nya rendah
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help