Gambar coret-coret ada, photo juga ada... | |
 | ini kartun bu Jul yang bikin? hehehehe... Dr.nya buta bu Jul...koq pake kaca mata item dalam ruangan? =0P |
 | hehe jadi nostalgila nih :p |
 | Maksudnya apa neh ya bu julia...maaf saya gak begitu mengerti kaitan antara judul ama pembicaraan kartun diatas |
 | Gawat juga kalau kebanyakan dokter kayak gitu... atau jangan-jangan memang banyak yang spekulasi gitu? Demi sesuap berlian? |
 | haiyaaa... dilematika masa kini... ^_^ |
 | Bu jul ternyata jago gambar nih.. |
 |  Maksudnya apa neh ya bu julia...maaf saya gak begitu mengerti kaitan antara judul ama pembicaraan kartun diatas  Maksudnya gini Bu, kalau ada diagnosa pembandingnya seharusnya dibandingkan dahulu mana yang paling cocok dengan gejalanya. Sebab anak terlambat bicara dengan inteligensia rendah maupun tinggi (gifted), adalah diagnosa pembandingnya autisme. Artinya si dokter musti betul betul melihat ke dua diagnosa itu, baru diambilkan tatalaksana yang cocok dengan diagnosanya.
Kalau dialog itu kan, dokternya main spekulasi. Maka kalau spekulasi tatalaksana intervensinya juga spekulasi.... Seringkali spekulasi itu juga disengaja, katanya takut kecolongan kalau ternyata nanti autisme, jadi dikasih obat dan segala macam terapi saja dulu, dikasih gak dikasih dipikirnya kalau entar jadi anak gifted gak rugi ini. Lha emangnya duit, dan harmfull terhadap anak apa gak merugikan, yang jelas kocek tukang jualan ya untung...
Ini sebetulnya sudah lagu lama, tapi hare gene masih aja ada yang kena...Biasanya yang masih baru-baru bisa kena, karena masih bingung, jadi percaya saja... |
 | Jadi gimana nih Bu Julia. Kebetulan anak saya waktu berumur 2 tahun didiagnosis autis, tidak tanggung2, dokter, psikolog, dan terapist mengatakan hal yang sama. Kemudian diberi treatmen, baik melalui obat dan belakangan juga saya berikan treatmen fisik. Belakangan gejala2 autis banyak yang tidak muncul lagi (masih ada yang muncul sebagian). Apakah ini hasil dari treatmen ataukah kesalahan diagnosis. Saya sih tidak terlalu mempermasalahkannya, yang terpenting adalah kemajuan2 yang terjadi, meski masih ada 1 hal yang merisaukan yaitu belum bisa bicara (dia berumur 3 tahun 3 bulan sekarang). Yang agak menggelikan memang ketika belakangan dokter kami heran dengan perkembangan anak saya itu dan berpikir2 kemungkinan lain apa yang diderita anak saya itu, misalnya Fragile X Syndrome. |
 | he he he mbak kok aneh yaa |
 |  Jadi gimana nih Bu Julia. Kebetulan anak saya waktu berumur 2 tahun didiagnosis autis, tidak tanggung2, dokter, psikolog, dan terapist mengatakan hal yang sama. Kemudian diberi treatmen, baik melalui obat dan belakangan juga saya berikan treatmen fisik. Belakangan gejala2 autis banyak yang tidak muncul lagi (masih ada yang muncul sebagian). Apakah ini hasil dari treatmen ataukah kesalahan diagnosis. Saya sih tidak terlalu mempermasalahkannya, yang terpenting adalah kemajuan2 yang terjadi, meski masih ada 1 hal yang merisaukan yaitu belum bisa bicara (dia berumur 3 tahun 3 bulan sekarang). Yang agak menggelikan memang ketika belakangan dokter kami heran dengan perkembangan anak saya itu dan berpikir2 kemungkinan lain apa yang diderita anak saya itu, misalnya Fragile X Syndrome.  dilihat aja perkembangan berbahasa reseptifnya, kalau reseptifnya baik, gak mungkin akan jadi autisme apapun itu mau fragil X sekalipun. Lagipula autisme maupoun fragil X gak kreatif lah... |
 | bu, jadi gimana kita minta dua diagnosanya? maksudnya: satu gejala kan bisa berarti sekian kemungkinan. nah gimana kita minta si dokter bersdia menjelaskan kemungkinan2 tersebut? |
| |