Category:Other
Bagaimana kita selayaknya menanggapi kisah nyata seperti di bawah ini ?
JM
-------------


- TEBET - Seorang pemulung panik karena tidak punya
uang sewa ambulans untuk mengubur jenazah anak
perempuannya yang meninggal karena muntaber. Ia nekat
membopong mayat balitanya untuk
dimakamkan di Bogor dengan menumpang KRL di Stasiun
Tebet Jakarta Selatan, pemulung itu diamankan ke
kantor polisi, Minggu siang.

Kisah mengharukan ini menimpa Supriono,38, bapak dua
anak. Putri bungsunya yang meninggal dunia pada Minggu
pagi (5/6) bernama Nur Khoirun Nisa, berusia 3 tahun
2bulan. Melihat anak kesayangannya meninggal, pria
yang biasa mencari barang bekas di kawasan Menteng,
Jakarta Pusat, menjadi sedih. Supriono pun nekat
membawa jenazah putrinya untuk dimakamkan didekat
rumah temannya di Bogor, tetapi menyewa ambulans atau
mobil untuk membawa mereka ke Bogor, juga butuh biaya
yang tidak sedikit.

Bersama Nurizki Saleh,6, anak pertamanya, ia
memutuskan pergi ke stasiun KA Tebet dengan tujuan
Bogor. Tubuh kaku Nur Khoirun Nisa yang memakai kaos
bergambar Dora diselimuti lalu digendong pakai kain.
Di Stasiun Tebet, calon penumpang yang saat itu sedang
menunggu kedatangan kereta api tidak menaruh rasa
curiga terhadap Supriono. Heboh pun muncul saat
seorang pedagang teh botol yang hendak naik kereta api
secara tak sengaja melihat wajah Nur Khoirin Nisa
dibalik gendongan kain.

Anak bapak sakit kok ditutupin pakai kain, kata
penjual teh botol. Dengan polosnya, Supriono mengaku
kalau anaknya sudah meninggal. Mendengar jawaban itu,
pedagang teh botol kaget dan ia langsung berteriak
mayat, ada orang membawa mayat, dalam waktu singkat,
puluhan calon penumpang di Stasiun KA Tebet pun geger.


Seorang warga menghubungi Polsek Tebet, Supriono yang
merasa dirinya tidak bersalah akhirnya dimintai
keterangan di Polsek Tebet. kepada petugas, duda yang
megaku mendapat penghasilan Rp.10.000 per hari dari
usahanya memungut barang bekas itu berterus terang
bahwa anaknya meninggal karena muntah berak. Tapi saya
tidak punya uang untuk menguburnya. Jenazah anak saya
mau dimakamkan di Bogor, kata Supriono.

Dijumpai di RSCM, pria in menambahkan, kedua anaknya
itu merupakan buah pernikahan dengan Turiyem. Karena
tidak kuat hidup miskin, Turiyem mengajukan cerai.
Anak-anak ikut sama Supriono. Takdir rupanya
berkehendak lain, putri pertamanya meninggal akibat
sakit.

http://www.poskota.co.id/poskota/headline_contents.asp?id=5295&file=index


dafira wrote on Jun 7, '05
Ironis banget ya .... belum lagi masalah busung lapar di NTB ... *haree genee masih ada busung lapar ... coba ya itu pengemplang BLBI diusut, koruptor dikurung dan jangan sampe keluar kandang lagi .... Ugh, gregetan pisan ....

Aku engga mau ngasih rate buat journal ini .... engga tega bow ....
seblat wrote on Jun 7, '05
ReviewReviewReviewReviewReview
berita besar!!! harusnya SBY malu dengan kasus ini.. saya terus terang juga malu sebagai sesama.. tidak bisa berbuat apa-apa membantu mas pri.. padahal aku sering lewat cikini...maaf!!!maaf!!!
dheafernandez wrote on Jun 7, '05
ReviewReviewReviewReviewReview
Mbak Julia memang banyak sekali ya dilema buat kaum bawah yang mungkin kaum atas menilai hal ini kebangetan. Sedih bacanya tetapi memang masih banyak banget hal ini terjadi diIndonesia, perekonomian yang tidak merata atau bahkan sebenarnya kasus kasus sosial yang oleh pemerintah kita tidak dipedulikan oh nasib, nasibmu orang bawah.
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help