Rencanaku tahun ini aku mau prei sebagai tenaga sukarela di SD. Setelah bertahun-tahun kujalankan dengan berbagai macam fungsi, mulai mbantuin di kelas; sebagai tenaga membantu logistik - menjahit-jahitkan celemek anak-anak; bagian konsumsi kalau pesta membuatkan kue dan tart - yang ini terus-terusan setiap kalau ada pesta; jadi tukang jaga perpustakaan; jadi petugas perpustakaan membantu anak-anak mencari buku; sampai tahun lalu jadi tukang cari kutu rambut.
Sedang enak-enak liyer di sofa, tiba-tiba telepon berdering. Dari kepala sekolah. Aku dicari-cari karena gak kelihatan waktu pembukaan tahun ajaran. Hehe....orang kate sudah kepingin pensiun sebagai tenaga sukarela kok. Ibu Kep Sek bilang: kita kekurangan tenaga nih... sebagai tenaga dokumentasi. Oke deh... aku terusin sampai selesai sekolah si Entong. Tinggal setahun ini. Bagian dokumentasi bukan artinya motretin kegiatan sekolah. Bukan, tetapi membantu ngurus nyarikan majalah, buku2, koran, yang mau dikliping anak-anak, atau membantu mencarikannya di internet. Kalau tidak ada di sekolah, si tenaga sukarela ini boleh telepon kemana-mana termasuk kantor kelurahan, polisi, rumah sakit, atau percetakan, mungkin punya brosur2 yang dimaksud. Lalu mengambilnya disana. Artinya setiap siang, dua hari dalam seminggu, musti nongkrong di bagian ruang klipping.
Seringkali kalau sedang mengerjakan hal-hal seperti itu, aku berpikir, enak banget dah kerjanya, ngumpul sama anak-anak yang lucu-lucu, bisa diajak becanda.... Engga kayak kalau lagi praktek dokter gigi...ihiyyy.... Cuma....gak pakai duit dan gak tercatat dalam CV sebagai karier. Ada gak, orang ditanya, lalu jawabnya: kariermu apa? Jadi tenaga sukarela mbantuin anak-anak di sekolah....